Jumat, 18 Maret 2011
SINODE RESORT GKPS RESORT TARUTUNG
Slamat dang sukseskan..............
SINODE GKPS RESORT Tarutung
Sabtu, 19 Maret 2011
Marianan i GKPS Tarutung
Andohar ma haganupan horja in mardalan domu hubani na pasangap kon Tuhan Naibata.
Haganupan Majelis Jemaat GKPS na tolu kuria iarap uhur do namin ase Roh mandihuti Acara ai.
Tarima kasih ma.....Selamat Marsinode.
Humbennami : St. AL Manik (Sekretaris Jemaat GKPS Doloksanggul)
SINODE GKPS RESORT Tarutung
Sabtu, 19 Maret 2011
Marianan i GKPS Tarutung
Andohar ma haganupan horja in mardalan domu hubani na pasangap kon Tuhan Naibata.
Haganupan Majelis Jemaat GKPS na tolu kuria iarap uhur do namin ase Roh mandihuti Acara ai.
Tarima kasih ma.....Selamat Marsinode.
Humbennami : St. AL Manik (Sekretaris Jemaat GKPS Doloksanggul)
Senin, 07 Februari 2011
Renungan Minggu 13 pebruari 2011 GKPS Doloksanggul
SIAPAKAH ANAK KESUKAAN BAGI TUHAN ????
Oleh : St. Agus Letwing Manik
Markus 1 : 9 - 15
Bani panorang ai roh ma Jesus hun Nasaret na i Galilea, jadi tardidi ma Ia i bah Jordan, ididi si Johanes.
Mandarathonsi Ia hun bah ai, iidah ma buha langit, anjaha sogop ma Tonduy ai hu-Bani marrupahon asas.
Anjaha tarbogei ma sora hun nagori atas: Ho do Anak na hinaholongan ni uhurhu, rosuh do uhurhu Bam.
Dob ai mintor ijuljul Tonduy ai ma Ia hu halimisan.
Ase i halimisan ma Ia ompat puluh ari dokahni ilajou sibolis; rap pakon binatang do Ia ijai, tapi malekat do marugas Bani.
Dob tartutup si Johannes, roh ma Jesus hu Galilea mangambilankon ambilan na madear ni Naibata
Domma jumpah panorangni; domma dohor harajaon ni Naibata. Paubah nasiam ma uhurnasiam anjaha haporsayai nasiam ma ambilan na madear in!
1. Ididi si Johannes Yesus
2. Tuhan Yesus i parlajouan
3. Mamungkah Marhorja Tuhan Yesus
Add.1 :
Banyak pertanyaan muncul di sekitar baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, berkenaan dengan apakah Yesus berdosa sehingga perlu dibaptis. Para teolog menyimpulkan bahwa baptisan Yesus mempunyai makna yang lain. Baptisan ini dimaksudkan sebagai tanda solidaritas Yesus dengan manusia yang berdosa. Perlu diketahui pula bahwa sakramen baptisan sebenarnya bukanlah sakramen penyucian dosa atau tanda bahwa orang itu akan masuk surga, atau tanda bahwa orang yang dibaptis sudah tidak berdosa lagi; baptisan sesungguhnya hanyalah tanda kepada khalayak umum bahwa orang yang dibaptis adalah sudah menjadi orang percaya. Demikian pula Yesus dibaptis sebagai simbol dimulainya pelayanan pengabaran Kerajaan Surga yang dilakukannya selama tiga tahun hingga Yesus mati disalibkan.
Sebelum Yohanes Pembaptis tidak ada sakramen pembaptisan, dan sebelum kedatangan Yesus, Yohanes hanya membaptis dengan air, namun seperti yang dinubuatkan oleh Yohanes bahwa setelah Yesus orang akan dibaptis dengan Roh. Pada saat orang percaya kepada Yesus dan mengakui dosa-dosanya (secara pribadi), maka orang tersebut telah menerima Roh/telah dibaptis oleh Roh. Lebih dari pada itu, pembaptisan dengan air hanya sebagai tanda kepada orang banyak
Add.2 :
Sungguh menjadi suatu tantangan tersendiri untuk mengajak keponakan-keponakan yang masih kecil untuk ke tempat perbelanjaan. Bagi anak-anak kecil toko serba ada merupakan tempat yang menyenangkan dan sekaligus menggoda, karena terlalu banyak mainan yang ditawarkan. Terlebih lagi, toko serba ada tersebut tahu cara menata mainan, sehingga dapat menggoda anak-anak, sehingga mengakibatkan mereka merengek untuk dibelikan mainan.
Pernahkan terfikir oleh kita, bahwa Iblis juga sama seperti pemilik toko serba ada yang tahu cara memberikan iming-iming kepada manusia, sehingga manusia dapat tergoda? Sang penggoda tahu kelemahan-kelemahan manusia, sehingga kalau tidak berhati-hati manusia dapat tergoda dengan mudah. Rasul Yohanes menyadari hal ini sehingga dia mengingatkan godaan dari Iblis yang terdiri dari: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Dan lebih lanjut, Yesus telah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis, sehingga Yesus dapat menyingkapkan perangkap Iblis dan menunjukkan kepada manusia bagaimana untuk bertahan dari godaan Iblis
Pernahkan terfikir oleh kita, mengapa Yesus memberikan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah Yesus adalah Allah? Mengapa Allah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah sebagai Allah, Yesus tahu bahwa Dia pasti menang melawan godaan Iblis? Namun, semua hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut. Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal
Add. 3 :
Kita menemukan Yesus Kristus melakukan sesuatu yang luar biasa di sini: Dia datang pada Yohanes untuk dibaptis. Kita mengetahui bahwa baptisan Yohanes adalah merupakan baptisan “untuk pertobatan.” Yesus tidak berdosa dan Dia tidak memiliki sesuatu yang perlu diampuni atau ditobatkan. Yohanes sendiri penuh keheranan ketika Yesus datang kepadanya karena Tuhan Yesus menginginkan baptisan dari Yohanes.
Tuhan Yesus memberitahukan Yohanes alasannya kenapa Dia harus dibaptis. Yesus mengatakan bahwa Dia perlu dibaptis untuk “menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Apakah maksudnya? Yohanes Calvin dengan hikmat mengkomentari, “Frase ‘seluruh kehendak Allah’ (all righteousness) sering berarti dalam Alkitab, pemeliharaan hukum Taurat: dengan demikian kita boleh menjelaskan bagian firman Allah ini bahwa karena Yesus dengan sadar menundukkan diriNya pada hukum Taurat, maka Dia harus memelihara setiap bagian hukum Taurat” (Harmony 1:180). Calvin juga mengatakan bahwa Yesus harus “tunduk pada BapaNya dengan ketaatan penuh, sementara alasan yang penting adalah untuk menguduskan Baptisan dalam tubuhNya, yang juga terdapat di antara Dia dan kita” (dikutip oleh Timothy Tow, The Gospel of Life [Singapore: Christian Life Distributors, 1983], 8). Allah Bapa menginginkan Allah Anak melakukan perintahNya sebagai perwakilan sempurna manusia. Anak menaati Bapa dan dengan merendahkan diri, menundukkan diriNya untuk melakukan kehendak Bapa. Itulah sebabnya setelah Yesus menyelesaikan baptisan dengan air, kita mendengar pernyataan Allah: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Di sini kita melihat kembali ketaatan aktif Yesus Kristus. Kristus menaati peraturan hukum Taurat akan baptisan air untuk memperoleh pembenaran yang kita butuhkan demi keselamatan kita. Yesus mencapainya melalui kuasa Roh Kudus yang diberikan padaNya tanpa batas.
Yohanes dalam melakukan tugasnya mengumumkan kepada semua orang bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah ada sejak dahulu kala. Dia telah datang untuk menyatakan kemurahan Allah yang besar. “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus” (Yoh 1:17). Apakah arti pernyataan ini? Apakah ini berarti bahwa dengan kedatangan kasih karunia Allah dan kebenaran dalam Kristus, hukum Taurat Allah oleh Musa yaitu ke-sepuluh hukum Allah, sekarang dihapuskan dan tidak lagi penting bagi orang-orang kudus dalam Perjanjian Baru? Tentu tidak. Mengenai hukum Taurat dan kasih karunia Allah dalam ayat ini, Agustinus, bapa gereja memberikan komentar sebagai berikut, “Oleh seorang hamba, hukum Taurat diberikan, dan manusia dibuat bersalah: oleh seorang kaisar, pengampunan diberikan, dan diselamatkan dari kesalahan. ‘Hukum Taurat diberikan oleh Musa.’ Jadi janganlah seorang hamba mengenakan pada dirinya melebihi dari apa yang dikerjakan melalui dia. Dipilih untuk pelayanan yang besar seperti seorang yang setia di rumahnya, tetapi juga seorang hamba, dia dapat bertindak sesuai dengan hukum Taurat tetapi tidak dapat melepaskannya dari kesalahan terhadap hukum Taurat. Oleh karena itu “‘hukum Taurat’ diberikan oleh Musa: tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.’”
Mungkin ada yang berkata, bukankah kasih karunia dan kebenaran datang oleh Musa, yang melihat Allah? Maka secepat mungkin Dia [Yesus] menambahkan, “Tak seorangpun yang pernah melihat Allah.” Lalu bagaimana Allah dikenal oleh musa? Sebab Allah menyatakan diri-Nya kepadanya. Allah yang seperti apa? Kristus yang sama mengirimkan hukum Taurat terlebih dahulu oleh hambanya, supaya Dia sendiri datang dengan kasih karunia dan kebenaran.”
“Agustinus mengatakan dengan cara yang lain, … ‘Hukum Taurat diberikan agar kasih karunia dicari; kasih karunia diberikan agar hukum Taurat digenapi’” (dikutip oleh Timothy Tow, The Law of Moses and of Jesus [Singapore: Christian Life Publishers, 1986], 27-8).
Hukum Taurat tidak dihapuskan oleh kasih karunia. Karena jikalau tidak ada hukum Taurat, maka tidak diperlukan kasih karunia. Oleh karena kita berdiri dibawah kutukan hukum Taurat dalam dosa dan kesalahan maka kita membutuhkan kasih karunia Allah. Hukum Taurat membawa kita pada Kristus untuk kasih karunia yang dikaruniakanNya. Jadi, ketika kita menerima kasih karunia maka hukum Taurat menjadi terang dan kesenangan kita: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku” (Mazmur 119:97-98
Hingga pada saat ini hukum Taurat berfungsi dalam tiga cara: Sebagai (1) Pedang (Sword) untuk membunuh kita dalam dosa-dosa kita (Roma 3:19), (2) Tongkat (Rod) untuk menuntun kita kepada Kristus (Gal 3:24), dan (3) senter atau obor (Torch) untuk menerangi langkah kita (Maz 119:105).
Pada Baptisan Tuhan Yesus, kita melihat penunjukan yang jelas akan Tritunggal Allah. Kita memiliki Allah Bapa di sorga, Allah Anak di bumi dan Allah Roh Kudus turun dari sorga ke bumi. Kita menemukan ketiga pribadi Allah dalam satu kejadian. Hal ini benar-benar menentang ajaran Sabellianisme atau Modalisme yang mengajarkan bahwa Allah tidak terdiri dari tiga pribadi tetapi hanya satu pribadi, dan Dia kadang-kadang menampakkan diri sebagai Bapa, terkadang sebagai Anak dan terkadang sebagai Roh. Ini adalah ajaran sesat yang dikutuk oleh gereja pada Konsili di Roma tahun 263 Masehi.
Hingga pada kejadian ini, Yesus “hampir tiga puluh tahun.” Yesus hanya kira-kira 6 bulan lebih muda dari Yohanes pembaptis (Lukas 1:26, 36). Jika keduanya lahir pada tahun 5 SM, maka mereka berumur kira-kira 30 tahun pada saat ini (26 M). Dalam Perjanjian Lama seorang Lewi memulai pelayanannya ketika mereka mencapai umur 30 tahun (Ulangan 4:47). Pada umur seperti ini juga Yusuf (satu dari kedua belas anak Yakub) menjadi Perdana Mentri Mesir (Kejadian 41:4, 6), dan Daud menjadi raja Israel (2 Samuel 5:4). Jadi hal ini sangat tepat bagi Yesus untuk memulai pelayanan-Nya pada umur 30 tahun
Oleh : St. Agus Letwing Manik
Markus 1 : 9 - 15
Bani panorang ai roh ma Jesus hun Nasaret na i Galilea, jadi tardidi ma Ia i bah Jordan, ididi si Johanes.
Mandarathonsi Ia hun bah ai, iidah ma buha langit, anjaha sogop ma Tonduy ai hu-Bani marrupahon asas.
Anjaha tarbogei ma sora hun nagori atas: Ho do Anak na hinaholongan ni uhurhu, rosuh do uhurhu Bam.
Dob ai mintor ijuljul Tonduy ai ma Ia hu halimisan.
Ase i halimisan ma Ia ompat puluh ari dokahni ilajou sibolis; rap pakon binatang do Ia ijai, tapi malekat do marugas Bani.
Dob tartutup si Johannes, roh ma Jesus hu Galilea mangambilankon ambilan na madear ni Naibata
Domma jumpah panorangni; domma dohor harajaon ni Naibata. Paubah nasiam ma uhurnasiam anjaha haporsayai nasiam ma ambilan na madear in!
1. Ididi si Johannes Yesus
2. Tuhan Yesus i parlajouan
3. Mamungkah Marhorja Tuhan Yesus
Add.1 :
Banyak pertanyaan muncul di sekitar baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, berkenaan dengan apakah Yesus berdosa sehingga perlu dibaptis. Para teolog menyimpulkan bahwa baptisan Yesus mempunyai makna yang lain. Baptisan ini dimaksudkan sebagai tanda solidaritas Yesus dengan manusia yang berdosa. Perlu diketahui pula bahwa sakramen baptisan sebenarnya bukanlah sakramen penyucian dosa atau tanda bahwa orang itu akan masuk surga, atau tanda bahwa orang yang dibaptis sudah tidak berdosa lagi; baptisan sesungguhnya hanyalah tanda kepada khalayak umum bahwa orang yang dibaptis adalah sudah menjadi orang percaya. Demikian pula Yesus dibaptis sebagai simbol dimulainya pelayanan pengabaran Kerajaan Surga yang dilakukannya selama tiga tahun hingga Yesus mati disalibkan.
Sebelum Yohanes Pembaptis tidak ada sakramen pembaptisan, dan sebelum kedatangan Yesus, Yohanes hanya membaptis dengan air, namun seperti yang dinubuatkan oleh Yohanes bahwa setelah Yesus orang akan dibaptis dengan Roh. Pada saat orang percaya kepada Yesus dan mengakui dosa-dosanya (secara pribadi), maka orang tersebut telah menerima Roh/telah dibaptis oleh Roh. Lebih dari pada itu, pembaptisan dengan air hanya sebagai tanda kepada orang banyak
Add.2 :
Sungguh menjadi suatu tantangan tersendiri untuk mengajak keponakan-keponakan yang masih kecil untuk ke tempat perbelanjaan. Bagi anak-anak kecil toko serba ada merupakan tempat yang menyenangkan dan sekaligus menggoda, karena terlalu banyak mainan yang ditawarkan. Terlebih lagi, toko serba ada tersebut tahu cara menata mainan, sehingga dapat menggoda anak-anak, sehingga mengakibatkan mereka merengek untuk dibelikan mainan.
Pernahkan terfikir oleh kita, bahwa Iblis juga sama seperti pemilik toko serba ada yang tahu cara memberikan iming-iming kepada manusia, sehingga manusia dapat tergoda? Sang penggoda tahu kelemahan-kelemahan manusia, sehingga kalau tidak berhati-hati manusia dapat tergoda dengan mudah. Rasul Yohanes menyadari hal ini sehingga dia mengingatkan godaan dari Iblis yang terdiri dari: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Dan lebih lanjut, Yesus telah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis, sehingga Yesus dapat menyingkapkan perangkap Iblis dan menunjukkan kepada manusia bagaimana untuk bertahan dari godaan Iblis
Pernahkan terfikir oleh kita, mengapa Yesus memberikan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah Yesus adalah Allah? Mengapa Allah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah sebagai Allah, Yesus tahu bahwa Dia pasti menang melawan godaan Iblis? Namun, semua hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut. Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal
Add. 3 :
Kita menemukan Yesus Kristus melakukan sesuatu yang luar biasa di sini: Dia datang pada Yohanes untuk dibaptis. Kita mengetahui bahwa baptisan Yohanes adalah merupakan baptisan “untuk pertobatan.” Yesus tidak berdosa dan Dia tidak memiliki sesuatu yang perlu diampuni atau ditobatkan. Yohanes sendiri penuh keheranan ketika Yesus datang kepadanya karena Tuhan Yesus menginginkan baptisan dari Yohanes.
Tuhan Yesus memberitahukan Yohanes alasannya kenapa Dia harus dibaptis. Yesus mengatakan bahwa Dia perlu dibaptis untuk “menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Apakah maksudnya? Yohanes Calvin dengan hikmat mengkomentari, “Frase ‘seluruh kehendak Allah’ (all righteousness) sering berarti dalam Alkitab, pemeliharaan hukum Taurat: dengan demikian kita boleh menjelaskan bagian firman Allah ini bahwa karena Yesus dengan sadar menundukkan diriNya pada hukum Taurat, maka Dia harus memelihara setiap bagian hukum Taurat” (Harmony 1:180). Calvin juga mengatakan bahwa Yesus harus “tunduk pada BapaNya dengan ketaatan penuh, sementara alasan yang penting adalah untuk menguduskan Baptisan dalam tubuhNya, yang juga terdapat di antara Dia dan kita” (dikutip oleh Timothy Tow, The Gospel of Life [Singapore: Christian Life Distributors, 1983], 8). Allah Bapa menginginkan Allah Anak melakukan perintahNya sebagai perwakilan sempurna manusia. Anak menaati Bapa dan dengan merendahkan diri, menundukkan diriNya untuk melakukan kehendak Bapa. Itulah sebabnya setelah Yesus menyelesaikan baptisan dengan air, kita mendengar pernyataan Allah: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Di sini kita melihat kembali ketaatan aktif Yesus Kristus. Kristus menaati peraturan hukum Taurat akan baptisan air untuk memperoleh pembenaran yang kita butuhkan demi keselamatan kita. Yesus mencapainya melalui kuasa Roh Kudus yang diberikan padaNya tanpa batas.
Yohanes dalam melakukan tugasnya mengumumkan kepada semua orang bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah ada sejak dahulu kala. Dia telah datang untuk menyatakan kemurahan Allah yang besar. “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus” (Yoh 1:17). Apakah arti pernyataan ini? Apakah ini berarti bahwa dengan kedatangan kasih karunia Allah dan kebenaran dalam Kristus, hukum Taurat Allah oleh Musa yaitu ke-sepuluh hukum Allah, sekarang dihapuskan dan tidak lagi penting bagi orang-orang kudus dalam Perjanjian Baru? Tentu tidak. Mengenai hukum Taurat dan kasih karunia Allah dalam ayat ini, Agustinus, bapa gereja memberikan komentar sebagai berikut, “Oleh seorang hamba, hukum Taurat diberikan, dan manusia dibuat bersalah: oleh seorang kaisar, pengampunan diberikan, dan diselamatkan dari kesalahan. ‘Hukum Taurat diberikan oleh Musa.’ Jadi janganlah seorang hamba mengenakan pada dirinya melebihi dari apa yang dikerjakan melalui dia. Dipilih untuk pelayanan yang besar seperti seorang yang setia di rumahnya, tetapi juga seorang hamba, dia dapat bertindak sesuai dengan hukum Taurat tetapi tidak dapat melepaskannya dari kesalahan terhadap hukum Taurat. Oleh karena itu “‘hukum Taurat’ diberikan oleh Musa: tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.’”
Mungkin ada yang berkata, bukankah kasih karunia dan kebenaran datang oleh Musa, yang melihat Allah? Maka secepat mungkin Dia [Yesus] menambahkan, “Tak seorangpun yang pernah melihat Allah.” Lalu bagaimana Allah dikenal oleh musa? Sebab Allah menyatakan diri-Nya kepadanya. Allah yang seperti apa? Kristus yang sama mengirimkan hukum Taurat terlebih dahulu oleh hambanya, supaya Dia sendiri datang dengan kasih karunia dan kebenaran.”
“Agustinus mengatakan dengan cara yang lain, … ‘Hukum Taurat diberikan agar kasih karunia dicari; kasih karunia diberikan agar hukum Taurat digenapi’” (dikutip oleh Timothy Tow, The Law of Moses and of Jesus [Singapore: Christian Life Publishers, 1986], 27-8).
Hukum Taurat tidak dihapuskan oleh kasih karunia. Karena jikalau tidak ada hukum Taurat, maka tidak diperlukan kasih karunia. Oleh karena kita berdiri dibawah kutukan hukum Taurat dalam dosa dan kesalahan maka kita membutuhkan kasih karunia Allah. Hukum Taurat membawa kita pada Kristus untuk kasih karunia yang dikaruniakanNya. Jadi, ketika kita menerima kasih karunia maka hukum Taurat menjadi terang dan kesenangan kita: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku” (Mazmur 119:97-98
Hingga pada saat ini hukum Taurat berfungsi dalam tiga cara: Sebagai (1) Pedang (Sword) untuk membunuh kita dalam dosa-dosa kita (Roma 3:19), (2) Tongkat (Rod) untuk menuntun kita kepada Kristus (Gal 3:24), dan (3) senter atau obor (Torch) untuk menerangi langkah kita (Maz 119:105).
Pada Baptisan Tuhan Yesus, kita melihat penunjukan yang jelas akan Tritunggal Allah. Kita memiliki Allah Bapa di sorga, Allah Anak di bumi dan Allah Roh Kudus turun dari sorga ke bumi. Kita menemukan ketiga pribadi Allah dalam satu kejadian. Hal ini benar-benar menentang ajaran Sabellianisme atau Modalisme yang mengajarkan bahwa Allah tidak terdiri dari tiga pribadi tetapi hanya satu pribadi, dan Dia kadang-kadang menampakkan diri sebagai Bapa, terkadang sebagai Anak dan terkadang sebagai Roh. Ini adalah ajaran sesat yang dikutuk oleh gereja pada Konsili di Roma tahun 263 Masehi.
Hingga pada kejadian ini, Yesus “hampir tiga puluh tahun.” Yesus hanya kira-kira 6 bulan lebih muda dari Yohanes pembaptis (Lukas 1:26, 36). Jika keduanya lahir pada tahun 5 SM, maka mereka berumur kira-kira 30 tahun pada saat ini (26 M). Dalam Perjanjian Lama seorang Lewi memulai pelayanannya ketika mereka mencapai umur 30 tahun (Ulangan 4:47). Pada umur seperti ini juga Yusuf (satu dari kedua belas anak Yakub) menjadi Perdana Mentri Mesir (Kejadian 41:4, 6), dan Daud menjadi raja Israel (2 Samuel 5:4). Jadi hal ini sangat tepat bagi Yesus untuk memulai pelayanan-Nya pada umur 30 tahun
Kamis, 14 Oktober 2010
Tertib Acara Mamongkot Rumah Nabaru
Kel. St. JM Tondang / IR br. Ginting
Sabtu, 16 Oktober 2010
TERTIB ACARA
PAMONGKOTON RUMAH NA BARU
Kelrg. St. JM TONDANG / IR br. GINTING
Sabtu, 16 Oktober 2010
A. ACARA MULAI I ALAMAN : PERSIAPAN
1. Haganupan sibiak tutur (Suhut/Sanina/Boru/Diha-diha/Tondong) mangaturhon parjongjongni bei domu hubani na iaturhon ni protokol. Anggo boi Suhut domma sirsir marpahean Adat Simalungun riap odor ilobei ni Rumah na sihol sibongkoton.
2. Manurduk DEMBAN ma suhut hubani : TULANG (Damanik), TONDONG JABU (Ginting), PANDITA. Ase ipungkah ma Acara.
3. Boruni hasuhuton domma sirsir manjolom Gunting iatas pinggan, pakon ni kussi ni rumah iatas pinggan homa. Janah isurdukhon ma GUNTING hubani TULANG (Damanik) janah KUSSI hubani PANDITA.
4. Maronjolan hubani Hatani NAIBATA, igunting TULANG (Damanik) ma Pita (PAGAR ni RUMAH ai), janah siluk masuk ma haganup odoran hu alaman ni RUMAH ai, Pandita ma ilobeini labah.
5. PANDITA MANUNGKUN :
Paima ibuka rumah on, tangar hita ma lobei hatani Naibata na tarsurat bani Psalm 127 : 1b : “Anggo seng Jahowa na pauli rumah, soya-soya do halojaon ni halak na manukangi”
Anggo sonai nasungkun ma nasiam SUHUT :
Porsaya do nasiam, Naibata do namampargogohi pakon na mamasu-masu nasiam, boi nasiam pajongjongkon rumah on janah mangiankon ibagas damei ?
Balosni Suhut : PORSAYA DO HANAMI
6. Isurdukhon ma KUSSI hubani Pandita.
PANDITA :
Anggo sonai, domu hubani pengakuan nasiam ai, IBAGAS GORAN NI NAIBATA BAPA, PAKON TUHAN JESUS KRISTUS, AMPA TONDUY NAPANSING HUBUKA MA RUMAH ON. Amen. (Pitah Kussi do hansa ibukahon pandita, anggo namambukahon selanjutni aima TONDONG JABU marna GINTING do)
7. Dob ai itogo tondong jabu ma haganupan hasuhuton masuk hu bagas rumah, janah haganup ma sibiak tondong (pagantih-gantih) mambuka haganup labah na adong ibagas RUMAH ai, irih totap I HORASKON boru, janah haganup odoran ai manghatahon “HORAS…..!”
8. Dob das I DAPUR (ujung) I NAHITI Tondong (GINTING) ma tataring janah itampeihon ma parmasakan ni the.
9. Dob ai mulak ma haganup hujabu BONA marsibuat hundulan ni bei, lanjar siluk iboras tengeri ma HASUHUTON.
(Naparlobei mamboras tengeri aima : Orang Tua, Tondong Jabu, Tulang, Bona Tulang).
B. ACARA KEBAKTIAN.
Dob salpu mamboras tengeri masuk ma acara Kebaktian :
1. Votum : Ibagas Goran ni Naibata Bapa, pakon Tuhan Jesus Kristus ampa Tonduy
Napasing, Sitompa langit pakon tanoh on. Amen.
Introitus : Ia do napaulihon sada rumah bangku, anjaha pajonamonku do paratasNi
ronsi sadokah ni dokahni.
Tonggo : Matronggo ma hita….!
Ham Tuhan Naibata Bapa nami na i nagori atas, ibongkot hanami ma sadarion rumah ni juak-juakMu on maronjolan hubani hataMu na mapansing in. Bani acara pamongkoton on manumpak ma Ham. Ase gabe hataridahan ni haporsayaon pakon pamujion nami on hubamu ampa bahen hasangapon bani goran Mu. Ibagas goran ni anak Mu, Tuhan Jesus Kristus Tuhan nami, hanami martonggo. Amen.
2. Mandoding Haleluya No. 6 : 1, 2 + 4
1. Ham do ipuji uhurhon, Jahowa tuhan kin
Huambilankon do tongtong, ganup binaenMu in
2. Hubotoh ham do bonani, na dear haganup
Ibere Ham buei hunjin, bennami haganup
4. Ai Ham do na margogoh in, sitompa haganup
Ham do na pagoluhkon in, marmudu haganup
3. AMBILAN : 5 Musa 8 : 10 – 11 (Oleh : Pdt. John SM Sitopu, S.Th)
4. Mandoding Haleluya No. 347 : 1 + 3
1. Batu gingging na tough, Ham do batar-batarhin
Na gogoh tough do Ham, bai gilumbang tahan Ham
Sai hudilo Jesus in, tolong au anakMu on
3. Seng adong haposankin, pitah bai silangMu in
Bani hahurangan kin, Ham ma patorsahon in
Anggo lang marhitei ham, seng maluah au Tuhan
5. Martonggo Humbani Hasuhuton : (marga Purba)
6. Mandoding Haleluya No. 411 : 1 – 2 (irik patumpu GALANGAN hu zending Simalungun)
1. Diatei tupa ma Bamu Ham Naibata, mambaen tupa humpulan nami on
Igomgom Ham do horja nami on torsa, gok malas uhur do hanai ijon.
Ibere Ham do damei na tarsulur, Sanggah manranggi horja haganup
Nuan hanami rap marmalas uhur, Mardingat haganup pambaenanMu
2. Ipardimata Ham do tong hanai Tuhan, Ai sorap do tonduyMu in tongtong
Ase torsa mardalan horja ganupan, KuasaMu do in mambaen sintong
Porini dong rundut ni paruhuran, sirsir do Ham manhu hanai on
Ai hataMu do tong na pagolpahon, mambaen tapang nuan ganup ijon
7. Doa Syafaat / Tonggo Panutup – PASU-PASU
Pandita manghatahon : Martonggo ma hita….!
Ham Tuhan Naibata parholong atei, paridob ni uhur, sitompa haganup na adong, simada kuasa, harohan ni sagala pasu-pasu. Tarima kasih ampa puji-pujian ma isombahkon hanami hu Bamu, halani marhitei idob ni uhur Mu, domma boi saud ibongkot hanami rumah ni Juak-juakMu aima Keluarga St. Jhonly Mahata Tondang pakon inang Iriani br. Ginting on sadarion.
Ham Bapa, tondok ma Ham i rumah on, herbangkon Ham ma tongtong tanganMu in, laho ma masu-masu sidea sakeluarga arian pakon borngin. Ham ma na gabe batar-batar, benteng na tough, manjagai janah manramotkon sidea humbani sagala sura-sura ni parjahat. Totap ma hataMu na gabe onjolan ni ghaganup pargoluhan ni pangisi ni rumah on, ase jumpahan damei ampa malas ni uhur ganup na masuk ampa na luar hun rumah on. Gabe rumah partonggoan ma on, ianan ni sidea mangondo gogoh ampa pangurupion bani haganup horja, ase lambin marharinggason sidea bani haganup horja hinarosuhkon Mu, bani pargoluhon ni sidea siganup ari.
Ham Tuhan Naibata, marhitei Tonduy Napansing, sai papansing Ham ma tong parsaoran i tongah-tongah ni rumah on, ase tongtong ibagas damei-Mu sidea marhasadaon pakon marsihaholongan. Patotap Ham ma pasu-pasu mu ampa haporsayaon nami rombang, ase riap hanami mamuji ampa pasangapkon Ham bani goluh nami.
Marhitei humbani pasu-pasuMu na dob ijalo hanami, ijon ipatumpu hanami do galangan nami, janah iondoskon hanami hu Bamu ibagas uhur na martarima kasih. Sai jalo anjaha pasu-pasu Ham ma on, ase marguna bani harajaon-Mu, bahen sangap bani goran-Mu. Sai pasu-pasu Ham ma ganup horja ni tangan nami, ase marbuahkon na madear, hiteiMu mansarihon goluh nami siganup ari. Ipindo hanami on hubamu, ibagas goran ni anakMu Tuhan Jesus Kristus Tuhan nami. Amen.
Riap ma hita martonggo, marhitei tonggo na niajarhon ni Tuhan Jesus hubanta :
Ham Bapa nami na marianan i nagori atas, sai na papansing ma goran-Mu. Sai roh ma harajaon-Mu, Sai saud ma harosuh ni uhur-Mu i nagori tongah on songon na i nagori atas, Bere Ham ma bennami sadari on hagoluhan ari-ari. Sasap Ham ma dosa nami, songon panasap nami bani dosa ni hasoman na mardosa dompak hanami. Ulang hanami bobai Ham hu parlajouan, Paluah Ham ma hanami humbani pangagou, Ai Ham do simada harajaon, pakon hagogohon, ampa hasangapon sadokah ni dokahni. Amen
PANDITA PADASHON PASU-PASU :
Jalo nasiam ma pasu-pasu humbani Tuhan Naibata :
Idob ni uhur ni Tuhan Jesus Kristus, Pakon holong ni atei ni naibata Bapa, ampa parsaoran ni Tonduy Napansing na manghasomani nasiam haganupan. Amen
C. ACARA ADAT :
1. Dob salpu acara kebaktian on, ipadalan ma :
a. Nitak Siang-siang marisi Tolur Dayoh ampa kalapa na margolang-golang. (isurdukhon Orang tua ma on hubani suhut) na deba ipadalan boru ma hubani haganup undangan.
Ase siang paruhuran, siang age cuaca bani acara pesta, torang mardalan haganupan paradaton.
b. Tobu (na marurat janah marbulung) = (isurduk hon boru ma on hubani suhut) na deba domma i potong-potong ibagas peles ibagihon boru ma on bani haganup undangan.
Ase roh ma na matobu hubanta haganupan, tarlobih hubani keluarga na mambongkot Rumah sadarion.
c. Galuh Siminak (domma dob-dob ipultiki humbani sisiran ni)=(isurdukhon Tondong ma on hubani suhut) nadeba ibagihon boru ma on hubani undangan haganupan.
Ase marminak ma pansarian, urah-urah age rajoki sadokah mangiankon Rumah on.
2. Manurduk ma na patut, hubani suhut ipungkah humbani :
a. Isurdukhon orang tua ma DAPOTON ni Suhut (Dayok binatur)
b. Dob ai mangihut ma manurduk Tondong marga Ginting
c. Dob ai mangihut ma manurduk Tondong marga PARNA
d. Dob ai mangihut ma manurduk Tulang marga Damanik
e. Dob ai mangihut ma manurduk Tulang marga Silauraja/Naimarata
f. Dob ai mangihut ma manurduk Boru haganup
g. Dob ai mangihut ma manurduk Panogolan haganup
3. MAKAN BERSAMA
4. Sanggah Acara mangan on ipadalan hasuhuton ma parjambaran hubani na patut
(bani acara on, parlobei ma ipadalan TUDU-TUDU ni SIPANGANON) janah bani haganup ai ase dear marsialopan riah lobei haganup sibiak tutur aima : Suhut, Tondong Jabu, Tulang, pakon ni Sinhuta
5. Ipadalan Suhut ma homa DAYOK BINATUR HUBANI NA PATUT MANJALO.
6. Dob salpu mangan………..SELANJUTNI na padas ma ACARA on bani KELUARGA ase itoruskon domu hubani ACARA MAMBERE PODAH/SILUAH. (protokol Hasuhuton ma mambaturhon acara on)
Catatan : Acara BOI IRUBAH DOMU HUBANI HINADEAR NI HORJANTA
Sonaima TARIMA KASIH.
PIMPINAN MAJELIS JEMAAT GKPS DOLOKSANGGUL PADASHON :
SELAMAT MENEMPATI RUMAH NA BARU MA HUBANI
KELUARGA : St. JM Tondang / IR br. Ginting
(DINA – YUDI – MEYTA)
Doc’ : yogimanik@yahoo.co.id
Sabtu, 16 Oktober 2010
TERTIB ACARA
PAMONGKOTON RUMAH NA BARU
Kelrg. St. JM TONDANG / IR br. GINTING
Sabtu, 16 Oktober 2010
A. ACARA MULAI I ALAMAN : PERSIAPAN
1. Haganupan sibiak tutur (Suhut/Sanina/Boru/Diha-diha/Tondong) mangaturhon parjongjongni bei domu hubani na iaturhon ni protokol. Anggo boi Suhut domma sirsir marpahean Adat Simalungun riap odor ilobei ni Rumah na sihol sibongkoton.
2. Manurduk DEMBAN ma suhut hubani : TULANG (Damanik), TONDONG JABU (Ginting), PANDITA. Ase ipungkah ma Acara.
3. Boruni hasuhuton domma sirsir manjolom Gunting iatas pinggan, pakon ni kussi ni rumah iatas pinggan homa. Janah isurdukhon ma GUNTING hubani TULANG (Damanik) janah KUSSI hubani PANDITA.
4. Maronjolan hubani Hatani NAIBATA, igunting TULANG (Damanik) ma Pita (PAGAR ni RUMAH ai), janah siluk masuk ma haganup odoran hu alaman ni RUMAH ai, Pandita ma ilobeini labah.
5. PANDITA MANUNGKUN :
Paima ibuka rumah on, tangar hita ma lobei hatani Naibata na tarsurat bani Psalm 127 : 1b : “Anggo seng Jahowa na pauli rumah, soya-soya do halojaon ni halak na manukangi”
Anggo sonai nasungkun ma nasiam SUHUT :
Porsaya do nasiam, Naibata do namampargogohi pakon na mamasu-masu nasiam, boi nasiam pajongjongkon rumah on janah mangiankon ibagas damei ?
Balosni Suhut : PORSAYA DO HANAMI
6. Isurdukhon ma KUSSI hubani Pandita.
PANDITA :
Anggo sonai, domu hubani pengakuan nasiam ai, IBAGAS GORAN NI NAIBATA BAPA, PAKON TUHAN JESUS KRISTUS, AMPA TONDUY NAPANSING HUBUKA MA RUMAH ON. Amen. (Pitah Kussi do hansa ibukahon pandita, anggo namambukahon selanjutni aima TONDONG JABU marna GINTING do)
7. Dob ai itogo tondong jabu ma haganupan hasuhuton masuk hu bagas rumah, janah haganup ma sibiak tondong (pagantih-gantih) mambuka haganup labah na adong ibagas RUMAH ai, irih totap I HORASKON boru, janah haganup odoran ai manghatahon “HORAS…..!”
8. Dob das I DAPUR (ujung) I NAHITI Tondong (GINTING) ma tataring janah itampeihon ma parmasakan ni the.
9. Dob ai mulak ma haganup hujabu BONA marsibuat hundulan ni bei, lanjar siluk iboras tengeri ma HASUHUTON.
(Naparlobei mamboras tengeri aima : Orang Tua, Tondong Jabu, Tulang, Bona Tulang).
B. ACARA KEBAKTIAN.
Dob salpu mamboras tengeri masuk ma acara Kebaktian :
1. Votum : Ibagas Goran ni Naibata Bapa, pakon Tuhan Jesus Kristus ampa Tonduy
Napasing, Sitompa langit pakon tanoh on. Amen.
Introitus : Ia do napaulihon sada rumah bangku, anjaha pajonamonku do paratasNi
ronsi sadokah ni dokahni.
Tonggo : Matronggo ma hita….!
Ham Tuhan Naibata Bapa nami na i nagori atas, ibongkot hanami ma sadarion rumah ni juak-juakMu on maronjolan hubani hataMu na mapansing in. Bani acara pamongkoton on manumpak ma Ham. Ase gabe hataridahan ni haporsayaon pakon pamujion nami on hubamu ampa bahen hasangapon bani goran Mu. Ibagas goran ni anak Mu, Tuhan Jesus Kristus Tuhan nami, hanami martonggo. Amen.
2. Mandoding Haleluya No. 6 : 1, 2 + 4
1. Ham do ipuji uhurhon, Jahowa tuhan kin
Huambilankon do tongtong, ganup binaenMu in
2. Hubotoh ham do bonani, na dear haganup
Ibere Ham buei hunjin, bennami haganup
4. Ai Ham do na margogoh in, sitompa haganup
Ham do na pagoluhkon in, marmudu haganup
3. AMBILAN : 5 Musa 8 : 10 – 11 (Oleh : Pdt. John SM Sitopu, S.Th)
4. Mandoding Haleluya No. 347 : 1 + 3
1. Batu gingging na tough, Ham do batar-batarhin
Na gogoh tough do Ham, bai gilumbang tahan Ham
Sai hudilo Jesus in, tolong au anakMu on
3. Seng adong haposankin, pitah bai silangMu in
Bani hahurangan kin, Ham ma patorsahon in
Anggo lang marhitei ham, seng maluah au Tuhan
5. Martonggo Humbani Hasuhuton : (marga Purba)
6. Mandoding Haleluya No. 411 : 1 – 2 (irik patumpu GALANGAN hu zending Simalungun)
1. Diatei tupa ma Bamu Ham Naibata, mambaen tupa humpulan nami on
Igomgom Ham do horja nami on torsa, gok malas uhur do hanai ijon.
Ibere Ham do damei na tarsulur, Sanggah manranggi horja haganup
Nuan hanami rap marmalas uhur, Mardingat haganup pambaenanMu
2. Ipardimata Ham do tong hanai Tuhan, Ai sorap do tonduyMu in tongtong
Ase torsa mardalan horja ganupan, KuasaMu do in mambaen sintong
Porini dong rundut ni paruhuran, sirsir do Ham manhu hanai on
Ai hataMu do tong na pagolpahon, mambaen tapang nuan ganup ijon
7. Doa Syafaat / Tonggo Panutup – PASU-PASU
Pandita manghatahon : Martonggo ma hita….!
Ham Tuhan Naibata parholong atei, paridob ni uhur, sitompa haganup na adong, simada kuasa, harohan ni sagala pasu-pasu. Tarima kasih ampa puji-pujian ma isombahkon hanami hu Bamu, halani marhitei idob ni uhur Mu, domma boi saud ibongkot hanami rumah ni Juak-juakMu aima Keluarga St. Jhonly Mahata Tondang pakon inang Iriani br. Ginting on sadarion.
Ham Bapa, tondok ma Ham i rumah on, herbangkon Ham ma tongtong tanganMu in, laho ma masu-masu sidea sakeluarga arian pakon borngin. Ham ma na gabe batar-batar, benteng na tough, manjagai janah manramotkon sidea humbani sagala sura-sura ni parjahat. Totap ma hataMu na gabe onjolan ni ghaganup pargoluhan ni pangisi ni rumah on, ase jumpahan damei ampa malas ni uhur ganup na masuk ampa na luar hun rumah on. Gabe rumah partonggoan ma on, ianan ni sidea mangondo gogoh ampa pangurupion bani haganup horja, ase lambin marharinggason sidea bani haganup horja hinarosuhkon Mu, bani pargoluhon ni sidea siganup ari.
Ham Tuhan Naibata, marhitei Tonduy Napansing, sai papansing Ham ma tong parsaoran i tongah-tongah ni rumah on, ase tongtong ibagas damei-Mu sidea marhasadaon pakon marsihaholongan. Patotap Ham ma pasu-pasu mu ampa haporsayaon nami rombang, ase riap hanami mamuji ampa pasangapkon Ham bani goluh nami.
Marhitei humbani pasu-pasuMu na dob ijalo hanami, ijon ipatumpu hanami do galangan nami, janah iondoskon hanami hu Bamu ibagas uhur na martarima kasih. Sai jalo anjaha pasu-pasu Ham ma on, ase marguna bani harajaon-Mu, bahen sangap bani goran-Mu. Sai pasu-pasu Ham ma ganup horja ni tangan nami, ase marbuahkon na madear, hiteiMu mansarihon goluh nami siganup ari. Ipindo hanami on hubamu, ibagas goran ni anakMu Tuhan Jesus Kristus Tuhan nami. Amen.
Riap ma hita martonggo, marhitei tonggo na niajarhon ni Tuhan Jesus hubanta :
Ham Bapa nami na marianan i nagori atas, sai na papansing ma goran-Mu. Sai roh ma harajaon-Mu, Sai saud ma harosuh ni uhur-Mu i nagori tongah on songon na i nagori atas, Bere Ham ma bennami sadari on hagoluhan ari-ari. Sasap Ham ma dosa nami, songon panasap nami bani dosa ni hasoman na mardosa dompak hanami. Ulang hanami bobai Ham hu parlajouan, Paluah Ham ma hanami humbani pangagou, Ai Ham do simada harajaon, pakon hagogohon, ampa hasangapon sadokah ni dokahni. Amen
PANDITA PADASHON PASU-PASU :
Jalo nasiam ma pasu-pasu humbani Tuhan Naibata :
Idob ni uhur ni Tuhan Jesus Kristus, Pakon holong ni atei ni naibata Bapa, ampa parsaoran ni Tonduy Napansing na manghasomani nasiam haganupan. Amen
C. ACARA ADAT :
1. Dob salpu acara kebaktian on, ipadalan ma :
a. Nitak Siang-siang marisi Tolur Dayoh ampa kalapa na margolang-golang. (isurdukhon Orang tua ma on hubani suhut) na deba ipadalan boru ma hubani haganup undangan.
Ase siang paruhuran, siang age cuaca bani acara pesta, torang mardalan haganupan paradaton.
b. Tobu (na marurat janah marbulung) = (isurduk hon boru ma on hubani suhut) na deba domma i potong-potong ibagas peles ibagihon boru ma on bani haganup undangan.
Ase roh ma na matobu hubanta haganupan, tarlobih hubani keluarga na mambongkot Rumah sadarion.
c. Galuh Siminak (domma dob-dob ipultiki humbani sisiran ni)=(isurdukhon Tondong ma on hubani suhut) nadeba ibagihon boru ma on hubani undangan haganupan.
Ase marminak ma pansarian, urah-urah age rajoki sadokah mangiankon Rumah on.
2. Manurduk ma na patut, hubani suhut ipungkah humbani :
a. Isurdukhon orang tua ma DAPOTON ni Suhut (Dayok binatur)
b. Dob ai mangihut ma manurduk Tondong marga Ginting
c. Dob ai mangihut ma manurduk Tondong marga PARNA
d. Dob ai mangihut ma manurduk Tulang marga Damanik
e. Dob ai mangihut ma manurduk Tulang marga Silauraja/Naimarata
f. Dob ai mangihut ma manurduk Boru haganup
g. Dob ai mangihut ma manurduk Panogolan haganup
3. MAKAN BERSAMA
4. Sanggah Acara mangan on ipadalan hasuhuton ma parjambaran hubani na patut
(bani acara on, parlobei ma ipadalan TUDU-TUDU ni SIPANGANON) janah bani haganup ai ase dear marsialopan riah lobei haganup sibiak tutur aima : Suhut, Tondong Jabu, Tulang, pakon ni Sinhuta
5. Ipadalan Suhut ma homa DAYOK BINATUR HUBANI NA PATUT MANJALO.
6. Dob salpu mangan………..SELANJUTNI na padas ma ACARA on bani KELUARGA ase itoruskon domu hubani ACARA MAMBERE PODAH/SILUAH. (protokol Hasuhuton ma mambaturhon acara on)
Catatan : Acara BOI IRUBAH DOMU HUBANI HINADEAR NI HORJANTA
Sonaima TARIMA KASIH.
PIMPINAN MAJELIS JEMAAT GKPS DOLOKSANGGUL PADASHON :
SELAMAT MENEMPATI RUMAH NA BARU MA HUBANI
KELUARGA : St. JM Tondang / IR br. Ginting
(DINA – YUDI – MEYTA)
Doc’ : yogimanik@yahoo.co.id
Selasa, 21 September 2010
UNDANGAN PESTA OLOB-OLOB GKPS RESORT TARUTUNG 2010
Horas ma hubanta haganupan !
Salam ibagas goran ni Tuhan Yesus Raja Kuria in.
Marhitei on, hanami Panitia roh ibagas unduk ni uhur mangontang nasiam nahinaholongan, Bapa/inang/ampa namaposo haganupan, ase roh nasiam marhampung ni langkah mandihuti Perayaan Pesta olob-olob GKPS Resort Tarutung sekaligus Pesta pembangunan GKPS Doloksanggul. Nasihol adongkononta bani :
1. Hari/Tanggal : Sabtu, 25 September 2010
Waktu : Jam 15.00 Wib sampai dengan Selesai
Acara : MARSOMBUH SIHOL (diiringi Musik Khas Simalungun)
2. Hari/Tanggal : Minggu, 26 September 2010
Waktu : Jam 09.30 Wib Sampai Selesai
Acara : Perayaan Pesta Olob-olob
Pengkhotbah : Pdt. Jaharianson Daragih, S.Th. M.Sc. Ph.D
(Ephorus GKPS)
Sonaima napadas undangan on bai nasiam, janah iarap uhur do ase roh do nasiam tapang pakon inang, mandihuti acara ai. janah bani panroh nasiam ai, ipadas hanami ma diatei tupa ma. Sai ipadaoh Tuhan ma abad-abad humbanta bei.
Salam pakon Tonggo nami
Panitia,
Ketua, Sekretaris,
St. Drs. JW Purba St. Agus L Manik
Salam ibagas goran ni Tuhan Yesus Raja Kuria in.
Marhitei on, hanami Panitia roh ibagas unduk ni uhur mangontang nasiam nahinaholongan, Bapa/inang/ampa namaposo haganupan, ase roh nasiam marhampung ni langkah mandihuti Perayaan Pesta olob-olob GKPS Resort Tarutung sekaligus Pesta pembangunan GKPS Doloksanggul. Nasihol adongkononta bani :
1. Hari/Tanggal : Sabtu, 25 September 2010
Waktu : Jam 15.00 Wib sampai dengan Selesai
Acara : MARSOMBUH SIHOL (diiringi Musik Khas Simalungun)
2. Hari/Tanggal : Minggu, 26 September 2010
Waktu : Jam 09.30 Wib Sampai Selesai
Acara : Perayaan Pesta Olob-olob
Pengkhotbah : Pdt. Jaharianson Daragih, S.Th. M.Sc. Ph.D
(Ephorus GKPS)
Sonaima napadas undangan on bai nasiam, janah iarap uhur do ase roh do nasiam tapang pakon inang, mandihuti acara ai. janah bani panroh nasiam ai, ipadas hanami ma diatei tupa ma. Sai ipadaoh Tuhan ma abad-abad humbanta bei.
Salam pakon Tonggo nami
Panitia,
Ketua, Sekretaris,
St. Drs. JW Purba St. Agus L Manik
Rabu, 08 September 2010
PERTANDINGAN PRA OLOB-OLOB GKPS RESORT TARUTUNG
Undangan/Ontangan/Tugah-tugah :
Syalooommmmm !!!
Horas ma hubanta haganupan kuria ni Tuhan ta i GKPS Resort Tarutung !
Marhitei BLOG on, hanami Panitia Pesta Olob-Olob GKPS resort tarutung sekaligus Panitia Pesta Pembangunan GKPS Doloksanggul, patugahkon sekali gus mangontang nasiam/hita haganupan pagorini GKPS saResort Tarutung ase roh hita marhampung ni langkah mandihuti Pertandingan Olahraga dan Seni (PORSENI) Pra Perayaan Olob-olob ai, aima na sihol pamasaonta bani :
Hari/Tanggal : Minggu, 12 September 2010
Waktu : Siluk dob salosei Kebaktian Minggu
Ianan : GKPS Siborongborong
Janah bani sadarini ai haganup hita marminggu i GKPS Siborongborong do, tutup do parmingguan ta i Doloksanggul pakon ni i Tarutung.
Malas uhur, janah yakin do hanami bahasa haganupan do hita roh janah mandihuti acara ai.
Porlu ipaingat hanami cabang/ivent na iperlombahon/ipertandinghon aima :
1. Seksi Bapa : Catur, Volly Ball, Tarik tambang
2. Seksi Wanita : Lari Goni, Makan Pisang, Memindahkan Biji Kopi Pakai Sumpit
3. Seksi S Minggu : Mewarnai gambar na bertema TAHUN Lingkungan hidup
Ase hubanta pe warga GKPS Doloksanggul, borhat ma hita hu GKPS Siborongborong haganupan, janah parborhat ta riapma jam 8 pagi. Titik kumpul i Rumah ni Pengantar Jemaat GKPS Doloksanggul, Jl. Merdeka Doloksanggul.
Syalommmm....humbennami Panitia Pesta
Ketua, Sekretaris,
St. Drs. JW Purba St. AL Manik
Syalooommmmm !!!
Horas ma hubanta haganupan kuria ni Tuhan ta i GKPS Resort Tarutung !
Marhitei BLOG on, hanami Panitia Pesta Olob-Olob GKPS resort tarutung sekaligus Panitia Pesta Pembangunan GKPS Doloksanggul, patugahkon sekali gus mangontang nasiam/hita haganupan pagorini GKPS saResort Tarutung ase roh hita marhampung ni langkah mandihuti Pertandingan Olahraga dan Seni (PORSENI) Pra Perayaan Olob-olob ai, aima na sihol pamasaonta bani :
Hari/Tanggal : Minggu, 12 September 2010
Waktu : Siluk dob salosei Kebaktian Minggu
Ianan : GKPS Siborongborong
Janah bani sadarini ai haganup hita marminggu i GKPS Siborongborong do, tutup do parmingguan ta i Doloksanggul pakon ni i Tarutung.
Malas uhur, janah yakin do hanami bahasa haganupan do hita roh janah mandihuti acara ai.
Porlu ipaingat hanami cabang/ivent na iperlombahon/ipertandinghon aima :
1. Seksi Bapa : Catur, Volly Ball, Tarik tambang
2. Seksi Wanita : Lari Goni, Makan Pisang, Memindahkan Biji Kopi Pakai Sumpit
3. Seksi S Minggu : Mewarnai gambar na bertema TAHUN Lingkungan hidup
Ase hubanta pe warga GKPS Doloksanggul, borhat ma hita hu GKPS Siborongborong haganupan, janah parborhat ta riapma jam 8 pagi. Titik kumpul i Rumah ni Pengantar Jemaat GKPS Doloksanggul, Jl. Merdeka Doloksanggul.
Syalommmm....humbennami Panitia Pesta
Ketua, Sekretaris,
St. Drs. JW Purba St. AL Manik
Jumat, 27 Agustus 2010
Manghaholongi Hasoman
Ambilan Minggu GKPS Doloksanggul
Minggu, 29 Agustus 2010
oleh: St. AL Manik (Sekretaris Jemaat GKPS Doloksanggul)
Bahan : 3 Musa 19 ; 16 - 19
19:16 Seng bulih ho manukas-nukasi itongah-tongah ni bangsamu, anjaha seng bulih ho jongjong marsaksi dompak daroh ni hasomanmu, ai Ahu do Jahowa.
19:17 Seng bulih ho mardomdom bani hasomanmu ibagas uhurmu; maningon pasingatonmu do hasomanmu, ase ulang mardousa ho halani ia. (Ps. 141:5; Mat. 18:15.)
19:18 Seng bulih balaskononmu na jahat, barang mardomdom ho bani anak ni hasomanmu sabangsa, tapi maningon haholonganmu do hasomanmu jolma doskon dirimu, ai Ahu do Jahowa
HOLONG……!
Hata on gati do ibogei hita isahap-sahaphon hita, bahkan ilaksanahon hita bani goluhta siganup ari. Selaku halak Kristen hita, holong on do homa salah sada inti pengajaran ni Agamanta. Pakon hata na legan ipasingat do hita ase totap mamakei holong bani ganup aktivitasta. Anggo ijabarhon hita hata holong, boi do gabe sada kata kerja on aima manghaholongi………
Taringat bani Aplikasi ni Holong on...adong sada Aplikasi sonon....
Pada suatu hari, Anna bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Anna segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai nasi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan sepiring nasi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Anna berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: "Nona, apakah engkau ingin memesan sepiring nasi?" "Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Anna dengan malu-malu.
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silakan duduk, aku akan memasakkan nasi untukmu". Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan sepiring nasi. Anna segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Anna sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku sepiring nasi !
Tetapi... ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai itu.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Anna, menarik nafas panjang lalu berkata: "Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu sepiring nasi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."
Anna terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa! Aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk sepiring nasi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Anna segera menghabiskan nasinya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Anna, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Anna, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang"
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya. Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita
Andoharma boi ipetik hita hikmah humbani ilustrasion, gabe sada perubahan tingkah laku iman in banta laho manghaholongi hasomanta. Amen, Tarima kasih ma.
Minggu, 29 Agustus 2010
oleh: St. AL Manik (Sekretaris Jemaat GKPS Doloksanggul)
Bahan : 3 Musa 19 ; 16 - 19
19:16 Seng bulih ho manukas-nukasi itongah-tongah ni bangsamu, anjaha seng bulih ho jongjong marsaksi dompak daroh ni hasomanmu, ai Ahu do Jahowa.
19:17 Seng bulih ho mardomdom bani hasomanmu ibagas uhurmu; maningon pasingatonmu do hasomanmu, ase ulang mardousa ho halani ia. (Ps. 141:5; Mat. 18:15.)
19:18 Seng bulih balaskononmu na jahat, barang mardomdom ho bani anak ni hasomanmu sabangsa, tapi maningon haholonganmu do hasomanmu jolma doskon dirimu, ai Ahu do Jahowa
HOLONG……!
Hata on gati do ibogei hita isahap-sahaphon hita, bahkan ilaksanahon hita bani goluhta siganup ari. Selaku halak Kristen hita, holong on do homa salah sada inti pengajaran ni Agamanta. Pakon hata na legan ipasingat do hita ase totap mamakei holong bani ganup aktivitasta. Anggo ijabarhon hita hata holong, boi do gabe sada kata kerja on aima manghaholongi………
Taringat bani Aplikasi ni Holong on...adong sada Aplikasi sonon....
Pada suatu hari, Anna bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Anna segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai nasi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan sepiring nasi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Anna berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: "Nona, apakah engkau ingin memesan sepiring nasi?" "Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Anna dengan malu-malu.
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silakan duduk, aku akan memasakkan nasi untukmu". Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan sepiring nasi. Anna segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Anna sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku sepiring nasi !
Tetapi... ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai itu.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Anna, menarik nafas panjang lalu berkata: "Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu sepiring nasi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."
Anna terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa! Aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk sepiring nasi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Anna segera menghabiskan nasinya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Anna, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Anna, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang"
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya. Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita
Andoharma boi ipetik hita hikmah humbani ilustrasion, gabe sada perubahan tingkah laku iman in banta laho manghaholongi hasomanta. Amen, Tarima kasih ma.
Sabtu, 10 Juli 2010
BARITA MALAS NI UHUR I GKPS DOLOKSANGGUL
Malas uhur...........
Anggo ipasaut Tuhan....Pamasaon ta do i GKPS Doloksanggul aima Parmaluaon hubani niombah ta i kuria on aima : 1. EVIRITAWATI br. SITUMORANG
2. TAPSIN J.E. SITUMORANG
3. SRI HASTUTI SITUMORANG
niombah ni Bapa J. SITUMORANG, S.Pd tinubuhkon ni inang Sy. E br. Purba
4. JACKSON SILALAHI
niombah ni Bapa St. P. SILALAHI, S.Pd tinubuhkon ni inang D br. Purba, S.Pd
Acara parmaluaon ai pamasaonta do bani ari Minggu, 18 Juli 2010 i GKPS Doloksanggul Resort Tarutung
Domu hujin bani ari Minggu, 11 Juli 2010 pamasaon do Parguruon na parpudi hubani sidea na sihol Manaksihon Haporsayaon siluk dob salosei kebaktian minggu. Ase hubani nasiam na sihol manaksihon haporsayaon ai roh beima nasiam mandihuti acara parguruon ai.
Sonaima napatugah ase ilaksanahon ma.
St. AL Manik (sekretaris Jemaat GKPS Doloksanggul)
Anggo ipasaut Tuhan....Pamasaon ta do i GKPS Doloksanggul aima Parmaluaon hubani niombah ta i kuria on aima : 1. EVIRITAWATI br. SITUMORANG
2. TAPSIN J.E. SITUMORANG
3. SRI HASTUTI SITUMORANG
niombah ni Bapa J. SITUMORANG, S.Pd tinubuhkon ni inang Sy. E br. Purba
4. JACKSON SILALAHI
niombah ni Bapa St. P. SILALAHI, S.Pd tinubuhkon ni inang D br. Purba, S.Pd
Acara parmaluaon ai pamasaonta do bani ari Minggu, 18 Juli 2010 i GKPS Doloksanggul Resort Tarutung
Domu hujin bani ari Minggu, 11 Juli 2010 pamasaon do Parguruon na parpudi hubani sidea na sihol Manaksihon Haporsayaon siluk dob salosei kebaktian minggu. Ase hubani nasiam na sihol manaksihon haporsayaon ai roh beima nasiam mandihuti acara parguruon ai.
Sonaima napatugah ase ilaksanahon ma.
St. AL Manik (sekretaris Jemaat GKPS Doloksanggul)
Langganan:
Postingan (Atom)